7 Penyebab Anak Putus Sekolah Yang Harus Diwaspadai Oleh Para Orang Tua








Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan negara sesuai amanat UUD 1945. Namun, hingga usia 71 tahun kemerdekaan RI, segenap masyarakatnya masih belum mempunyai akses mengenyam dunia pendidikan formal selayaknya.







Data UNICEF tahun 2016 sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat menikmati pendidikan lanjutan yakni sebanyak 600 ribu anak usia sekolah dasar (SD) dan 1,9 juta anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). 








Berikut adalah beberapa faktor penyebab anak putus sekolah :





1. Ekonomi





Masalah kemiskinan masih menjadi masalah utama di negeri ini. walaupun sekolah sudah memberikan kebijakan sekolah gratis tetap saja menjadi dilema. Biaya operasional yang dikeluhkan orang tua untuk menyekolahkan anaknya menjadi alasan anak tidak diberi kesempatan melanjutkan pendidikan.





2. Tekanan Orang Tua





Orang tua kadang memiliki harapan dan cita-cita untuk anaknya. Tapi terkadang harapan dan cita-cita tersebut bukan atas keinginan anak, tetapi keinginan dan obsesi orang tua yang tidak sesuai dengan keinginan anak. Sehingga psikologi anak terganggu dan menyebabkan anak tidak mau lagi pergi ke sekolah.





3. Konflik Keluarga





Adanya masalah keluarga juga menjadi masalah bagi anak yang masih memerlukan pendampingan. Konflik yang terjadi khususnya pada orang tuanya terekam dalam memori anak dan menyebabkan anak "broken home" dan tidak nyaman di lingkungan keluarganya sendiri.





4. Bullying





Tindakan kekerasan atau cemoohan teman sebaya kerapkali menjadi penyebab anak tidak mau melanjutkan sekolah. Anak tidak menerima akan kondisi yang dialami di lingkungan sekolah, dan menjadi takut untuk berangkat ke sekolah.





5. Lingkungan Rumah





Suatu lingkungan sangat mempengaruhi perilaku anak. Kebiasaan yang muncul dalam suatu lingkungan seakan-akan memaksa anak untuk berperilaku seperti anak kebanyakan di lingkungannya. Lingkungan pekerja seperti di kawasan industri tak jarang membuat pemikiran seorang anak lebih memilih untuk bekerja daripada sekolah. Contoh lain seperti lingkungan yang terbiasa dengan pernikahan dini, dimana pada usia tertentu anak sudah harus menikah daripada menyelesaikan sekolah.





6. Kenakalan Remaja





Bagi para orang tua ini adalah faktor yang harus diwaspadai. Pengaruh eksternal sangat kuat mempengaruhi anak. Untuk itu sangat diperlukan pendampingan orang tua dalam mengatasi masalah pada anak. Perhatian yang kurang membuat anak mencari lingkungan lain dan terkadang lingkungannya berbahaya bagi anak.





7. Tempat Tinggal yang tidak tetap





Ini juga menjadi salah satu faktor penyebab anak putus sekolah walaupun persentasinya kecil. Kadang kesulitan beradaptasi di lingkungan baru dan terlalu seringnya berpindah tempat membuat anak sulit beradaptasi dan bersosialisasi.





Itu adalah beberapa penyebab anak putus sekolah berdasarkan pengamatan pada peserta didik kami. Peran aktif orang tua lah yang pada akhirnya menjadi penting dalam mengantarkan anak menjadi manusia yang bermanfaat. Karena anak adalah anugrah sekaligus cobaan bagi mereka yang berfikir. 





Semoga bermanfaat, terima kasih......

0 Comments